Archive for February, 2008

GReaT anD regReT

Wednesday, February 27th, 2008

It MusT be A seCond tOo Late…

MenyeSaL sekali rasanya saat mengetahui bahwa aku telah kehilangan. kehilangan bahkan sebelum aku sempat memilikinya. Aku hanya berharap, tak akan ada penyesalan… Aku juga berharap tak akan ada yang disakiti.

Biarlah yang ada hanya seoonggok penyesalan yang menjijikkan. yang datangnya selalu belakangan. jangan bawa2 rasa. apalagi rasa cinta. Jangan bawa-bawa kata-kata penantian. apalagi JAnji.

Jangan Libatkan mereka. Biar aku dan kau saja.

Seharusnya engkau tak perlu berharap. Aku juga tak perlu menunggu.

Tapi aku tahu kalau Kita hanya terjebak. tak bisa keluar.

We FeLt That. That’s Great. so Great. But We Just CoULd saVe our Regret.

MungKin Masih ada lain waktu.

Kau Percaya hal itu?

Jika memang tak ada waktu lagi… Masihkah ada tempat yg tersisa?

Bila itu juga tak ada…

It Must Be a Second To LAte…   Dan aku Harus segeRa Pergi…

MILLION DOLLAR BABY

Wednesday, February 27th, 2008

MILLION DOLLAR BABY

Seharusnya semua orang mencoba menjadi setangguh Maggie Fitzgerald (Hilary Swank). Belajar bagaimana tersenyum di antara kepedihan. Seharusnya aku juga belajar banyak dari dia, bagaimana hidup dibawah tekanan, tanpa cinta, dan mengejar impian di tengah berjuta rasa pesimis dan tak ada respek dari orang terdekat.

Maggie mau berusaha, bertahun-tahun mengumpulkan uang untuk berlatih tinju, walaupun keluarganya menghina profesinya sebagai petinju wanita, dia harus tinggal sendirian, kesepian, dan tak punya keluarga. dan kisah hidupnya yang sedih sampai mati pun tak membuatnya menyesal menjalani hidup.

Film ini membuatku sadar bahwa ada yang jauh lebih berarti daripada merenungi nasib. Ada yang jauh lebih menderita di luar sana. Yang hidupnya tanpa mimpi. Setidaknya aku ingin seperti MAggie. Ia mengejar mimpi Yang seperti daun, jatuh, gugur satu per satu. Tapi apa yang ia lakukan bukanlah menyapu puing2 mimpi yang berserakan. Ia hanya akan memungutnya, menatanya, dan mengingat kenangan manis bersama mimpi yang telah pergi.

Seharusnya aku belajar dari sana. BAhwa hidupku jauh lebih dari cukup. Aku tahu mimpiku, berusaha mengejarnya, walau belum bisa menggapainya. Setidaknya aku punya mimpi.

Tak perlu membandingkan apa yang ku punya dan org lain punya. Toh hidup ini punya jatah masing2…

Tapi satu Hal yang ku sesalkan dari MAggie… KEnapa dia lebih memilih mati..

Tapi kini aku tahu mengapa ia lebih memilih untuk mati…

KArena ia ingin mati bersama sisa kejayaan mimpinya. bukan mati bersama puing-puing mimpi yang ia kumpulkan.

————————————————–MDB—-2004———————————

FirsT…

Tuesday, February 26th, 2008

WeLcoMe  To My Zone…….

THe Place… Where I Spend My Lonesome Time…

err… Not OnlY Lonesome.. But Also My Happiness, Stories, Movie, Music… And So And So…

                                                        SemOGa LaiN wakTu Bisa Lebih Baik